Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fiksi

Tetesan Hujan

Tetesan hujan Yang jatuh dengan irama Mengisi keheningan Diriku dalam kesepian Tetesan hujan Yang jatuh turun ke tanah Seakan membawa pesan Untuk kau sampaikan Tetesan hujan Yang membawa butiran air Menetes membersihkan Diriku dalam renungan Tetesan hujan Yang menetes menyentuh kulit Kuabadikan dalam tulisan Puisi tetesan hujan 24 Desember 2024

Hanya Bayangan

"Tak perlu berteriak karena tidak ada yang akan mendengarkan, tak perlu menampakan diri karena tidak akan ada yang melihat" Makna yang cukup dalam tentang keberadaan dan eksistensi seseorang. Secara sederhana, kalimat ini ingin menyampaikan bahwa:  * Tidak perlu berusaha terlalu keras untuk mendapatkan perhatian Ketika kita merasa tidak ada yang peduli atau mendengarkan, tidak perlu memaksakan diri untuk terus berteriak atau menonjolkan diri. Terkadang, diam dan menerima kenyataan adalah pilihan yang lebih baik.  * Merasa tidak terlihat atau dianggap penting Kalimat ini juga bisa mengindikasikan perasaan kesepian atau terisolasi. Ketika kita merasa tidak ada yang melihat atau menghargai keberadaan kita, kita mungkin akan merasa tidak berharga. Beberapa kemungkinan alasan mengapa seseorang merasa seperti ini:  * Lingkungan sosial: Mungkin seseorang merasa tidak diterima atau dihargai di lingkungan sosialnya.  * Perasaan rendah diri: Seseorang mungkin memiliki pandanga...

Dua Jiwa

Dua Jiwa Bagaimanapun keadaan saat ini Baik maupun tidak Bersyukurlah kita tetap bersama Dua jiwa dalam satu raga   Bila bersama kita tidak akan sendirian Meski nyata ataupun tidak Kau menganggapku ada dan akupun juga demikian Sebagai dua jiwa dalam satu raga   Bersama kita tidak akan sendirian Meskipun raga ini satu Kau dan aku adalah pribadi yang berbeda Sebagai dua jiwa   Jangan pernah merasa sendirian Kau dan aku adalah kita Kita akan selalu ada Dalam satu raga   Kau menganggapku ada Aku akan selalu bersamamu Kau pun pasti demikian Wahai diriku